Kolaborasi Disperindag DIY dan Prodi Magister Teknik Industri UIN Sunan Kalijaga dalam Pelatihan Manajemen Produksi dan Produksi Hijau
Dalam upaya memperkuat kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Produksi Angkatan 3 pada Rabu dan Kamis, 12–13 Agustus 2026 bertempat di Gedung Serbaguna Karangwaru Lor RW 02, Tegalrejo, Kota Yogyakarta.
Disperindag DIY berkolaborasi dengan akademisi dari Prodi Magister Teknik Industri UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai komitmen prodi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian kepada Masyarakat. Ketua Program Studi, Dr. Ir. Ira Setyaningsih, S.T., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., Saudari Cici Finansia, S.T, M.Sc. selaku Dosen Aktif Prodi Teknik Industri UIN Sunan Kalijaga, serta mahasiswa Magister Teknik Industri, Shofia Rizka Julianti, S.T., hadir sebagai instruktur pelatihan.
Pelatihan ini berfokus pada dua pilar utama pengembangan usaha: Manajemen Produksi dan Produksi Hijau (Green Production). Dalam sesi pemaparan di hari pertama, Saudari Cici Finansia menyampaikan materi tentang Manajemen Produksi, yaitu bagaimana cara mengatur proses pembuatan barang agar lebih efisien, teratur, dan tepat waktu. Sementara itu di hari kedua, Ibu Ira Setyaningsih membawakan materi tentang Produksi Hijau, sebuah pendekatan manufaktur dan industri yang bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan tanpa mengorbankan efisiensi, kualitas, maupun keuntungan ekonomi, serta dilanjutkan oleh Saudari Shofia dengan fokus khusus pada cara penanganan dan pengelolaan sampah hasil usaha UMKM agar tidak merusak lingkungan. Beberapa materi tersebut dirancang untuk membantu para pelaku UMKM dari sektor kuliner, kerajinan, hingga jasa di wilayah Kota Yogyakarta agar mampu mengoptimalkan efisiensi alur kerja sekaligus menerapkan prinsip keberlanjutan ramah lingkungan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta pelaku UMKM tidak hanya memperoleh wawasan teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikan sistem manajemen produksi yang efisien serta mengadopsi praktik industri hijau secara berkelanjutan. Harapan jangka panjangnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi ini dapat meningkatkan daya saing UMKM lokal, memperluas jangkauan pasar, serta mendorong terciptanya ekosistem industri kreatif Yogyakarta yang mandiri, tangguh, dan berwawasan lingkungan.